Rabu, 26 Juni 2013
Angkasyaku
Bismillah..
Dengan lirih, aku berharap Rencana Allah yang terbaik.
Dengan luapan air mata, aku berharap ampunan-Mu
Dengan untaian kata, aku dan kesungguhanku...
Berharap masih kuat pundakku untuk ujian ini.
Bukan untukku, bukan tentangku, dan kebaikanku..
Catatan ini menjadi wakilku dan perasaan yang berkecamuk...
Perjalanan panjang, menemui ujung taqdirku..
Berharap yang terbaik, dan husnul khotimah..
Angkasya.....
"Keberhasilanmu, senyum kedua orangtuamu.."
Masih ingatkah dengan kata itu?
6 Tahun lalu..untuknya
Skenario Tuhan yang menjadikan kita masih bersama sampai saat ini.
Aku tak mengira kalau ikatan ini akan sampai pada usianya yang ke-6.. Subhanallah.
Maha Suci Allah, yang menjadikan ketentuan-Nya sebagai pemersatu ikatan ini.
Aku rekam kembali masa itu,
Entah, sejak pertama masuk lembaga itu, aku mengajaknya untuk ikut dalam duniaku..
Belum paham tentang asal-usul, sifat, dan sikapnya.
Aku memutuskan untuk menjadikannya bagian dari hidupku, untuk ku do'akan, untuk ku perhatikan.
Ia memang tak pernah meminta untuk itu, tapi Skenario Tuhan yang telah menjadikannya.
Akhir 2007, terdengar kabar ia akan dipindahkan.
Sangat sedih, bagaimana tidak..
Meski dalam waktu 6 bulan, tapi bagiku mudah untuk menyayanginya.
Sudah banyak kisah dan cerita yang terukir antara kita.
Sabtu, Februari 2008
Hari ini, ku kira Allah menutup ceritaku tentangnya.
Ku bekali ia dengan segudang do'a yang terpanjat dalam hati, meski ia tak pernah tahu.
Allah kembali membukakan jalanku untuknya....
Ia kembali, meski dalam kondisi yang membuatku sangat sedih.
Apapun tentangnya, aku peduli..
Aku masih ingat ketika ia terbaring sakit, dan aku memaksanya makan, sepotong roti saja..
Bagaimana pun keadaannya, aku untuknya..
Teringat, ketika larut malam, dalam keadaan yang sangat mengakhawatirkan, ia mengetuk pintu rumahku..
Tak kuat menahan tangis, aku menerimanya dengan senang, menjadikanku sebagai rumah kedua baginya..
Memandangnya dalam,,aku mulai paham tentang hidupnya dalam waktu itu, ia terluka, ia salah arah....
Robb.... karuniakan pada-Nya hidayah...
Bantu aku untuk mampu menyentuhnya...
Menyentuh hatinya yang sedang sakit..
"Allah-ku, jadikan ia bintang di masa yang akan datang..
Aku yakin, kelak ia bisa menjadi kebanggaan keluarga..
Karena ia dan keluarganya, adalah bagian dari harapanku."
Ya, aku pernah mencatatnya dalam buku catatan harianku.
Ia dan keluarganya, adalah keluarga harapanku..
Aku pernah meminta pada Allah, agar aku bisa bersamanya kembali.
kembali membimbingnya, kembali mengukir kisah dan cerita.
Aku rindu saat aku mengajarkan tilawah padanya,,
Kita sempat kembali bersua, meski dalam suara, meski dalam pesan singkat.
Dan itu tak lama, karena berbagai kondisi dan situasi.
April 2011
Taqdirnya kembali menjadikan kita kembali mengukir cerita.
Dan dari sini semua berawal.
Ia datang dalam kondisi yang sama, saat ku temukan dalam keterpurukan.
tapi percayalah, tujuanku untuknya, menjadikan ia bintang...
Aku bukan sekedar menyayanginya, tapi menyayangi keluarganya..
Aku mengerti dunianya, aku ikuti, dan coba tunjukan jalan yang lebih indah dari dunianya..
Aku pernah tau masa lalunya, dan ku coba bantu perbaiki,, meski tak banyak
dan mungkin tak ia anggap..
Aku sering menangis untuknya,, khawatir dan tak ingin ia terjerumus,
Meski akhirnya aku yang harus menjadi lilin... (Allah... Ampuni aku, 2 tahun ini)..
Ini untuknya...untuk bintangku..
Terucap syukur yang tak terhingga, saat ia mulai menikmati dunia indah yang pernah kutawarkan dulu.
Bukan aku, tapi Allah yang menggerakkan hatinya, Hatinya tersentuh oleh Ayat-ayat cinta-Mu, Robb...
Sujudku, Robbii....
Bintang kecilku, mulai bersinar, ia mulai mengenal-Mu, dan mencintai-Mu..
Tangis bahagiaku, di Ramadhan 2011 lalu..
Aku memberikan separuh jiwa dan hatiku, untuk memperhatikannya,
Tak tersadar, bahwa aku menyakiti diri sendiri.. (tak ku bahas untuk ini)
Setiap hari, ia terus mencari kebenaran, setiap hari ia terus bersinar..
Aku sudah tau itu, ia akan menjadi seorang yang banyak membuahkan karya..
Dugaanku tepat..
Ia tumbuh menjadi muslim kreatif, inovatif, dan..luar biasa..
Ya Robb... bintangku kian bersinar..
Aku kembali menangis dalam sujudku.
Ang..
Agriel..
Siapa pun..
Aku berharap, tetap menjadi bintang,
Meski kini tak bisa lagi menjadi "Bintangku"
Karena hatimu, langkahmu, jiwamu, tak lagi hadir di dalamnya 'Aku'
Aku, hanya menjadi tongkatnya, yang ketika ia sudah mampu berjalan
Disimpannya...
Kita pernah ada dalam waktu itu...
Aku, Dia, (2513)
Allah-ku..
Jaga dan lindungi bintangku..
Insya Allah, selamanya tetap menjadi bintang bagiku..
Meski aku bukan 'Ungu' nya..
Aku, hijau... ya Hijau....
Maaf, aku tak mampu berikan yang terbaik untuknya..
Siapa pun, titip ia...
Tetesan air mata cinta untuknya, malam ini...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar