Rabu, 26 Juni 2013
Bunda, ajarkan aku mencinta dengan ikhlas
Aku terbiasa dengan senyuman senja.
Aku terbiasa dengan rintihan do'a.
Ya, hari ini semuanya terasa hilang, dadaku masih terasa sesak.
Meski aku sembunyikan, meski kututupi..
hati ini larut dalam luka itu.
Malam ini aku pulang, setiap perjalanan aku tak berhenti berdo'a
"Allah-ku berikan ketenangan, kedamaian, dan ketentraman hati."
Aku kembali pada sudut kenangan
di tempat yang menyimpan banyak kisah.
Ku ciptakan senyum semampuku.
Menatap wajah damai sang bunda, mencium tangannya dengan lembut.
Aku memandangnya dalam, mencari setitik kedamaian...
"Bunda...... ajarkan aku seni mencinta dengan ikhlas....."
Ia memelukku erat, kami menangis dalam pangkuan.
"Cintai ia dalam do'a, teh."
Allah, jadikan kami instrument kasih-Mu
Di mana ada kebencian, biarkan kami menjadi penebar cinta.
Di mana ada kecewa, biarkan kami menjadi penebar harap.
Di mana ada tangis, biarkan kami menjadi penebar senyum
Di mana ada luka, biarkan kami menjadi penawarnya.
Ia mungkin menyakiti kami dengan sangat, tapi kami mendo'akanmu dengan sungguh..
Untukmu, untuk keluargamu, untuk masa depanmu.
Hafalan Cinta
Bismillah..
Ketika ku baca firman-Nya
Semua mengindahkan cinta, Ayat cinta-Nya...
Aku tahu cinta tak perlu diperjuangkan.
tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman.
Aku ingat pertemuan pertama kita
di sini, dalam lembaga ini.
Tak lama, tak perlu lama untuk kita saling mengenal.
Bahkan kesepakatan.
Hati kita saling menyapa dalam ikatan "ukhuwah"
Kita bertukar bintang, merangkai cita dan harapan yang sama.
Kita pernah sujud bersama, berdo'a dengan do'a yang sama.
Kita pernah sepakat untuk menghafal ayat cinta-Nya bersama
Kini..
Saat ikatan melemah
Saat keakraban kita merapuh
Saat salam terasa menyakitkan
Saat kebersamaan serasa siksaan dan
Saat kebaikan justru melukai
Aku tahu yang rombeng bukanlah ikatan kita
Hanya hati-hati kita yang sedang sakit atau menjerit
Mungkin dua-duanya, mungkin kau saja..
Tentu terlebih sering imanku dan hatikulah yang compang-camping
Aku kembali menghafal ayat cinta-Nya
Tanpanya, tanpa kebersamaan dengannya.
Akan kukhatamkan hafalan cintaku untuknya..
20 Agust 2011
Catatan Sahabat "Kasya"
Tahajud Cinta
Seseorang yang istimewa bukan yang selalu di depan mata
Atau yang senantiasa di sisi kita
Tapi, ia yang setia di hati
Dan mengingat kita dalam setiap do'anya..
Semakin hari, aku semakin sadar
Bahwa ketidakbaikan, jangan dibalas dengan ketidakbaikan lagi.
Kemarahan hanya akan membuat hati semakin sakit dan larut dalam kecewa.
Andai seseorang menyakitimu, maka do'akanlah dengan kebaikan.
Yang baik, akan terbukti baik
Ku terbangun di sepertiga malam
Kembali menghadap pada Dzat yang Maha Menggenggam hati semua makhluk
Malam ini, aku kembali berharap Allah akan mendekapku dalam cinta-Nya
Berdo'a dengan lirih
Tenggelam dalam tangisan
Ya Hafiidz..
Lindungi aku dengan penjagaan-Mu
Tenangkan hatiku
Damaikan jiwaku
Untaian do'a kupanjatkan
untukku, untukmu,
Untuk masa depan terbaikmu
Untuk kebahagiaan..
Dalam malam, ku larut dalam sujud cinta..
#Catatan Cinta
Tentang Ungunya
Malam ini, aku tak mengerti mengapa aku menangis
Entahlah.. terlalu banyak alasan.
Tapi kenapa terasa sakit, sangat sakit..
Sesak, menyesakkan dada..
Ingin ku tahan, ingin aku mencegahnya..
Seperti hujan yang sangat deras, mengalir dengan cepat, membekas.
Allah, penyakit apa yang tengah ada dalam hati ini?
Mengapa serapuh ini? Mengapa separah ini?
Sudah..! Sudah..sudah..!
Aku kuat, aku harus kuat..
Tidak..! batinku terus menjerit,,
Aku sadar, aku sedang sakit.. meski tak seharusnya..
Aku terlupa, bahwa ada yang Maha,
Tuhan, yang mengatur seluruh kejadian..
Aku terlupa, bahwa rencanaku, bukan berarti taqdir-Nya..
Ya...masih tentangku dan do'aku..
untukmu, bintangku..
"Every time I close my eyes I see you in front of me
I still can hear your voice calling out my name
And I remember all the stories you told me
I miss the time you were around
But I’m so grateful for every moment I spent with you
‘Cause I know life won’t last forever
Night and day, I still feel you are close to me
And I remember you in every prayer that I make
Every single day may you be shaded by His mercy
But life is not the same, and it will never be the same
But I’m so thankful for every memory I shared with you
‘Cause I know this life is not forever."
(Maher Zain, So Soon)
Bagaimana pun usahaku dan usahanya,
aku tak akan seperti dulu,
Aku, 2 tahun lalu..
Aku, kini...
Terima kasih untuk semua cerita dan kisahnya..
Untuk nama-nama indah masa depan,
untuk setiap cita-cita..
Untuk setiap karyanya..
Untuk pengorbanan yang tak bisa terbalas..
Untuk mahkota yang kutitipkan..
Untuk setiap perjalanan..
Untuk keberanian.. untuk harapan, dan luapan tangisan..
semuanya indah...sangat indah..
Kini, 'ungu' yang ia rindukan..
kini, ia begitu banyak kawan..
Kini, ia bersinar..
Allah, kuatkan..
Kuatkan aku dan jiwaku..
Biarkan mataku kembali menatap harapan,
Berikan kemampuan untukku berjalan dengan lapang..
Ini taqdirku, sebagai insan yang pernah menginjak 'Hitamnya' dunia.
Putihkan ku, Robb..
Aamiin..
Angkasyaku
Bismillah..
Dengan lirih, aku berharap Rencana Allah yang terbaik.
Dengan luapan air mata, aku berharap ampunan-Mu
Dengan untaian kata, aku dan kesungguhanku...
Berharap masih kuat pundakku untuk ujian ini.
Bukan untukku, bukan tentangku, dan kebaikanku..
Catatan ini menjadi wakilku dan perasaan yang berkecamuk...
Perjalanan panjang, menemui ujung taqdirku..
Berharap yang terbaik, dan husnul khotimah..
Angkasya.....
"Keberhasilanmu, senyum kedua orangtuamu.."
Masih ingatkah dengan kata itu?
6 Tahun lalu..untuknya
Skenario Tuhan yang menjadikan kita masih bersama sampai saat ini.
Aku tak mengira kalau ikatan ini akan sampai pada usianya yang ke-6.. Subhanallah.
Maha Suci Allah, yang menjadikan ketentuan-Nya sebagai pemersatu ikatan ini.
Aku rekam kembali masa itu,
Entah, sejak pertama masuk lembaga itu, aku mengajaknya untuk ikut dalam duniaku..
Belum paham tentang asal-usul, sifat, dan sikapnya.
Aku memutuskan untuk menjadikannya bagian dari hidupku, untuk ku do'akan, untuk ku perhatikan.
Ia memang tak pernah meminta untuk itu, tapi Skenario Tuhan yang telah menjadikannya.
Akhir 2007, terdengar kabar ia akan dipindahkan.
Sangat sedih, bagaimana tidak..
Meski dalam waktu 6 bulan, tapi bagiku mudah untuk menyayanginya.
Sudah banyak kisah dan cerita yang terukir antara kita.
Sabtu, Februari 2008
Hari ini, ku kira Allah menutup ceritaku tentangnya.
Ku bekali ia dengan segudang do'a yang terpanjat dalam hati, meski ia tak pernah tahu.
Allah kembali membukakan jalanku untuknya....
Ia kembali, meski dalam kondisi yang membuatku sangat sedih.
Apapun tentangnya, aku peduli..
Aku masih ingat ketika ia terbaring sakit, dan aku memaksanya makan, sepotong roti saja..
Bagaimana pun keadaannya, aku untuknya..
Teringat, ketika larut malam, dalam keadaan yang sangat mengakhawatirkan, ia mengetuk pintu rumahku..
Tak kuat menahan tangis, aku menerimanya dengan senang, menjadikanku sebagai rumah kedua baginya..
Memandangnya dalam,,aku mulai paham tentang hidupnya dalam waktu itu, ia terluka, ia salah arah....
Robb.... karuniakan pada-Nya hidayah...
Bantu aku untuk mampu menyentuhnya...
Menyentuh hatinya yang sedang sakit..
"Allah-ku, jadikan ia bintang di masa yang akan datang..
Aku yakin, kelak ia bisa menjadi kebanggaan keluarga..
Karena ia dan keluarganya, adalah bagian dari harapanku."
Ya, aku pernah mencatatnya dalam buku catatan harianku.
Ia dan keluarganya, adalah keluarga harapanku..
Aku pernah meminta pada Allah, agar aku bisa bersamanya kembali.
kembali membimbingnya, kembali mengukir kisah dan cerita.
Aku rindu saat aku mengajarkan tilawah padanya,,
Kita sempat kembali bersua, meski dalam suara, meski dalam pesan singkat.
Dan itu tak lama, karena berbagai kondisi dan situasi.
April 2011
Taqdirnya kembali menjadikan kita kembali mengukir cerita.
Dan dari sini semua berawal.
Ia datang dalam kondisi yang sama, saat ku temukan dalam keterpurukan.
tapi percayalah, tujuanku untuknya, menjadikan ia bintang...
Aku bukan sekedar menyayanginya, tapi menyayangi keluarganya..
Aku mengerti dunianya, aku ikuti, dan coba tunjukan jalan yang lebih indah dari dunianya..
Aku pernah tau masa lalunya, dan ku coba bantu perbaiki,, meski tak banyak
dan mungkin tak ia anggap..
Aku sering menangis untuknya,, khawatir dan tak ingin ia terjerumus,
Meski akhirnya aku yang harus menjadi lilin... (Allah... Ampuni aku, 2 tahun ini)..
Ini untuknya...untuk bintangku..
Terucap syukur yang tak terhingga, saat ia mulai menikmati dunia indah yang pernah kutawarkan dulu.
Bukan aku, tapi Allah yang menggerakkan hatinya, Hatinya tersentuh oleh Ayat-ayat cinta-Mu, Robb...
Sujudku, Robbii....
Bintang kecilku, mulai bersinar, ia mulai mengenal-Mu, dan mencintai-Mu..
Tangis bahagiaku, di Ramadhan 2011 lalu..
Aku memberikan separuh jiwa dan hatiku, untuk memperhatikannya,
Tak tersadar, bahwa aku menyakiti diri sendiri.. (tak ku bahas untuk ini)
Setiap hari, ia terus mencari kebenaran, setiap hari ia terus bersinar..
Aku sudah tau itu, ia akan menjadi seorang yang banyak membuahkan karya..
Dugaanku tepat..
Ia tumbuh menjadi muslim kreatif, inovatif, dan..luar biasa..
Ya Robb... bintangku kian bersinar..
Aku kembali menangis dalam sujudku.
Ang..
Agriel..
Siapa pun..
Aku berharap, tetap menjadi bintang,
Meski kini tak bisa lagi menjadi "Bintangku"
Karena hatimu, langkahmu, jiwamu, tak lagi hadir di dalamnya 'Aku'
Aku, hanya menjadi tongkatnya, yang ketika ia sudah mampu berjalan
Disimpannya...
Kita pernah ada dalam waktu itu...
Aku, Dia, (2513)
Allah-ku..
Jaga dan lindungi bintangku..
Insya Allah, selamanya tetap menjadi bintang bagiku..
Meski aku bukan 'Ungu' nya..
Aku, hijau... ya Hijau....
Maaf, aku tak mampu berikan yang terbaik untuknya..
Siapa pun, titip ia...
Tetesan air mata cinta untuknya, malam ini...
Langganan:
Postingan (Atom)