Rabu, 26 Juni 2013

Bunda, ajarkan aku mencinta dengan ikhlas

Aku terbiasa dengan senyuman senja. Aku terbiasa dengan rintihan do'a. Ya, hari ini semuanya terasa hilang, dadaku masih terasa sesak. Meski aku sembunyikan, meski kututupi.. hati ini larut dalam luka itu. Malam ini aku pulang, setiap perjalanan aku tak berhenti berdo'a "Allah-ku berikan ketenangan, kedamaian, dan ketentraman hati." Aku kembali pada sudut kenangan di tempat yang menyimpan banyak kisah. Ku ciptakan senyum semampuku. Menatap wajah damai sang bunda, mencium tangannya dengan lembut. Aku memandangnya dalam, mencari setitik kedamaian... "Bunda...... ajarkan aku seni mencinta dengan ikhlas....." Ia memelukku erat, kami menangis dalam pangkuan. "Cintai ia dalam do'a, teh." Allah, jadikan kami instrument kasih-Mu Di mana ada kebencian, biarkan kami menjadi penebar cinta. Di mana ada kecewa, biarkan kami menjadi penebar harap. Di mana ada tangis, biarkan kami menjadi penebar senyum Di mana ada luka, biarkan kami menjadi penawarnya. Ia mungkin menyakiti kami dengan sangat, tapi kami mendo'akanmu dengan sungguh.. Untukmu, untuk keluargamu, untuk masa depanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar