Kamis, 26 November 2009
Sykurku
Rencana Allah memang lebih indah. Allah memberikan sesuatu yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Taqdir Allah mengharuskan kita bertemu dalam ukhuwah yang sangat indah. Ukhuwah yang ikatannya lebih kental dari ikatan darah sekalipun, lebih luas dari ikatan suku ataupun ras, karena ini ikatan akidah. Karena-Nya kita dipertemukan, disatukan dalam Islam untuk bersama-sama memperjuangkan dan meninggikan agama Allah yang syamiil.
Rabu, 25 November 2009
La tahzan, Innaloha ma'ana!
Untuk harapanku, harapan yang pernah ada di hatiku…
La Tahzan, Innalloha Ma’ana!
“Ketika kau mohon kepada Allah kekuatan,
Allah memberimu kesulitan agar kau menjadi kuat
Ketika kau mohon kepada Allah kebijaksanaan,
Allah memberimu masalah untuk dipecahkan
Ketika kau mohon kepada Allah kesejahteraan,
Allah memberimu akal untuk berfikir
Ketika kau mohon kepada Allah keberanian,
Allah memberimu kondisi bahaya untuk kau atasi
Ketika kau mohon kepada Allah sebuah CINTA,
Allah memberimu orang-orang bermasalah untuk kau tolong
Ketika kau mohon kepada Allah bantuan, Allah memberimu kesempatan.
Terkadang Allah tidak memberikan apa yang kita pinta,
tapi Allah memebrikan apa yang kita butuhkan.”
La Tahzan, ukhti! Semuanya pasti ada jalan keluarnya. Alloh akan memberikan pertolongan bagi hamba-Nya yang bertaqwa, “Fashbir, Inna wa’dallohi haqq”
Apa yang kita inginkan belum tentu itu yang Allah kehendaki. Kita tidak pernah tahu hal itu baik ataukah buruk untuk kita. Hanya Alla-lah yang Mahatahu, Maha Berkehendak.
Harapan itu masih ada. Jangan kita berputus asa, Allah membenci hal yang demikian. Ini bukan akhir dari segalanya. Kenapa kita mesti marah dan kecewa dengan taqdir ini,Semuanya milik Allah.
Mari kita luruskan niat kita, Lillah! Lillah! Lillah.
Kebahagian terbesar adalah ketika kita bisa menerima semua taqdir yang Allah gariskan dengan hati yang ikhlas. Jangan bersedih, semua terjadi sesuai dengan qadha dan qadar Allah!
Wallahu ‘alam…
La Tahzan, Innalloha Ma’ana!
“Ketika kau mohon kepada Allah kekuatan,
Allah memberimu kesulitan agar kau menjadi kuat
Ketika kau mohon kepada Allah kebijaksanaan,
Allah memberimu masalah untuk dipecahkan
Ketika kau mohon kepada Allah kesejahteraan,
Allah memberimu akal untuk berfikir
Ketika kau mohon kepada Allah keberanian,
Allah memberimu kondisi bahaya untuk kau atasi
Ketika kau mohon kepada Allah sebuah CINTA,
Allah memberimu orang-orang bermasalah untuk kau tolong
Ketika kau mohon kepada Allah bantuan, Allah memberimu kesempatan.
Terkadang Allah tidak memberikan apa yang kita pinta,
tapi Allah memebrikan apa yang kita butuhkan.”
La Tahzan, ukhti! Semuanya pasti ada jalan keluarnya. Alloh akan memberikan pertolongan bagi hamba-Nya yang bertaqwa, “Fashbir, Inna wa’dallohi haqq”
Apa yang kita inginkan belum tentu itu yang Allah kehendaki. Kita tidak pernah tahu hal itu baik ataukah buruk untuk kita. Hanya Alla-lah yang Mahatahu, Maha Berkehendak.
Harapan itu masih ada. Jangan kita berputus asa, Allah membenci hal yang demikian. Ini bukan akhir dari segalanya. Kenapa kita mesti marah dan kecewa dengan taqdir ini,Semuanya milik Allah.
Mari kita luruskan niat kita, Lillah! Lillah! Lillah.
Kebahagian terbesar adalah ketika kita bisa menerima semua taqdir yang Allah gariskan dengan hati yang ikhlas. Jangan bersedih, semua terjadi sesuai dengan qadha dan qadar Allah!
Wallahu ‘alam…
Selasa, 24 November 2009
Faidza 'Azamta Fatawakkal 'alalloh 2
Faidza ‘azamta fatawakkal ‘alalloh!
Astaghfirulloh, Rabb maafkan aku yang mengeluh. Maafkan aku yang merasa cape. Padahal semua ini adalah rahmat dari-Mu, semua ini adalah tugasku. Tapi, ya Alloh beban ini terasa menyesahkan dada. Mungkinkah karena niatku yang tak sempurna karena-Mu?
Ku marah pada diriku sendiri yang tak bisa menahan amarah, yang tak bisa menjaga hati.
Do’aku ya Rabb…
“Sesungguhnya Engkau tahu bahwa hati ini telah berpadu, berhimpun dalam naungan cinta-Mu. Kuatkanlah hatiku agar selalu ada dalam jalan-Mu. Jangan biarkan hati ini merasakan kesedihan, ketakutan. Ingatkanku dikala ku khilaf. Masukkanlah kami dalam jannah-Mu yang selalu ku rindukan.”
Ku tahu Engkau akan tidak akan memberikan cobaan yang hamba-Mu tidak mampu memikulnya. Teringatku akan sebuah lirik nasyid Shafik
Allah tak akan memberikan cobaan, yang kau tak mampu untuk memikulnya
Allah taka akan merubah keadaanmu
Jika kau tak berusaha merubahnya
Tegarkan dirimu karena janji Allah adalah pasti…
Cara-Mu dalam mencintai hamba-Mu berbeda-beda. Ku yakin Engkau begitu mencintaiku, mencintai hamba-Mu.
Tetapkan imanku agar ku semakin mencintai-Mu.
Astaghfirulloh, Rabb maafkan aku yang mengeluh. Maafkan aku yang merasa cape. Padahal semua ini adalah rahmat dari-Mu, semua ini adalah tugasku. Tapi, ya Alloh beban ini terasa menyesahkan dada. Mungkinkah karena niatku yang tak sempurna karena-Mu?
Ku marah pada diriku sendiri yang tak bisa menahan amarah, yang tak bisa menjaga hati.
Do’aku ya Rabb…
“Sesungguhnya Engkau tahu bahwa hati ini telah berpadu, berhimpun dalam naungan cinta-Mu. Kuatkanlah hatiku agar selalu ada dalam jalan-Mu. Jangan biarkan hati ini merasakan kesedihan, ketakutan. Ingatkanku dikala ku khilaf. Masukkanlah kami dalam jannah-Mu yang selalu ku rindukan.”
Ku tahu Engkau akan tidak akan memberikan cobaan yang hamba-Mu tidak mampu memikulnya. Teringatku akan sebuah lirik nasyid Shafik
Allah tak akan memberikan cobaan, yang kau tak mampu untuk memikulnya
Allah taka akan merubah keadaanmu
Jika kau tak berusaha merubahnya
Tegarkan dirimu karena janji Allah adalah pasti…
Cara-Mu dalam mencintai hamba-Mu berbeda-beda. Ku yakin Engkau begitu mencintaiku, mencintai hamba-Mu.
Tetapkan imanku agar ku semakin mencintai-Mu.
Faidza 'Azamta Fatawakkal 'alalloh
Ku awali hari ini dengan menyebut asma Alloh. Dzat Yang Maha Mengatur atas segala sesuatu. Rabb, semoga hari ini menjadi hari yang penuh keberkahan. Ku mohon perlindungan-Mu dalam setiap langkahku, ku mohon bimbingan-Mu agar ku senantiasa berjalan dalam aturan-Mu. Bismillah…..
Engkau Mahatahu yang terbaik buat hamba-Mu Rabb. Engkau senantiasa memberikan apa yang hamba-Mu butuhkan. Saat ini ku merasakan Engkau begitu dekat, saat ku tersenyum, saat ku melangkah, saat ku melihat keagungan-Mu.
Suatu taqdir telah mengantarkanku dalam amanah ini. Amanah untuk meninggikan dien-Mu yang agung. Rabb, rahmatilah aku, beriku kekuatan untuk tetap menjaga dan melaksanakan amanah ini dengan baik, mengharap ridho-Mu.
Engkau Mahatahu yang terbaik buat hamba-Mu Rabb. Engkau senantiasa memberikan apa yang hamba-Mu butuhkan. Saat ini ku merasakan Engkau begitu dekat, saat ku tersenyum, saat ku melangkah, saat ku melihat keagungan-Mu.
Suatu taqdir telah mengantarkanku dalam amanah ini. Amanah untuk meninggikan dien-Mu yang agung. Rabb, rahmatilah aku, beriku kekuatan untuk tetap menjaga dan melaksanakan amanah ini dengan baik, mengharap ridho-Mu.
Sabtu, 21 November 2009
Menganalisis Makalah
Bismillahirrohmaanirrohiim
Dengan menyebut nama Allah, Dzat Yang Mahabenar, Maha Memberi petunjuk bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Shalawat dan salam tercurah selalu kepada nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabat, serta umatnya sampai akhir zaman yang senantiasa istiqomah di jalan Allah SWT.
Setelah saya membaca makalah Bpk. Mulyawan S. Nugraha yang berjudul “Gerakan Pemurnian Wahabi : Muhammad Bin Abdul Wahhab.” Saya akan mencoba menganalisis kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam makalah itu, baik dari segi tulisan, isi, dan penuturan.
1. Dari segi tulisan
Dalam makalah ini terdapat kesalahan tulisan yang beragam. Banyak terdapat penulisan kata yang tidak benar dalam makalah ini. Contohnya dalam kata pemikran, yang seharusnya pemikiran. Selain itu, makalah ini banyak menggunakan bahasa asing. Hal itu tidak sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan.
2. Dari segi penuturan
Ada kata yang dirasa sangat rancu dan tidak efektif, seperti dalam kata kelompok-kelompok khowarij. Pada kata sebelumnya ditulis aliran Syi’ah, aliran Mu’tazilah, kemudian diikuti dengan kata kelompok-kelompok khawarij.
Terdapat kesalahan dalam pengulangan kata yang tidak memakai kata penghubung.
Akhirnya, semoga Allah memberikan kemanfaatan dari apa yang ditulis. Wa allahu a’lam
Dengan menyebut nama Allah, Dzat Yang Mahabenar, Maha Memberi petunjuk bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Shalawat dan salam tercurah selalu kepada nabi Muhammad SAW, keluarganya, para sahabat, serta umatnya sampai akhir zaman yang senantiasa istiqomah di jalan Allah SWT.
Setelah saya membaca makalah Bpk. Mulyawan S. Nugraha yang berjudul “Gerakan Pemurnian Wahabi : Muhammad Bin Abdul Wahhab.” Saya akan mencoba menganalisis kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam makalah itu, baik dari segi tulisan, isi, dan penuturan.
1. Dari segi tulisan
Dalam makalah ini terdapat kesalahan tulisan yang beragam. Banyak terdapat penulisan kata yang tidak benar dalam makalah ini. Contohnya dalam kata pemikran, yang seharusnya pemikiran. Selain itu, makalah ini banyak menggunakan bahasa asing. Hal itu tidak sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan.
2. Dari segi penuturan
Ada kata yang dirasa sangat rancu dan tidak efektif, seperti dalam kata kelompok-kelompok khowarij. Pada kata sebelumnya ditulis aliran Syi’ah, aliran Mu’tazilah, kemudian diikuti dengan kata kelompok-kelompok khawarij.
Terdapat kesalahan dalam pengulangan kata yang tidak memakai kata penghubung.
Akhirnya, semoga Allah memberikan kemanfaatan dari apa yang ditulis. Wa allahu a’lam
Langganan:
Postingan (Atom)