Minggu, 04 April 2010

Tujuan Dalam Pendidikan Islam

BAB I
PENDAHULUAN

A. LatarBelakang Masalah
Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Melalui pendidikan, perkembangan dan kelangsungan hidup masyarakat akan terpelihara dengan baik. Oleh karena itu, pendidikan telah menjadi suatu kebutuhan hidup guna mencari kehidupan yang diarahkan pada kemajuan dan perkembangan ke arah yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya.
Pendidikan Islam, seperti pendidikan pada umunya berusaha membentuk pribadi manusia, harus melalui proses yang panjang dengan hasil yang tidak dapat diketahui dengan segera. Oleh karena itu dalam pembentukan tersebut diperlukan suatu perhitungan yang matang dan hati-hati berdasarkan pandangan dan rumusan-rumusan yang jelas dan tepat.
Sehubungan dengan hal tersebut pendidikan Islam harus memahami dan menyadari betul apa sebenarnya yang ingin dicapai dalam proses pendidikan. Sesuatu yang ingin dicapai tersebut dalam istilah pendidikan disebut dengan “Tujuan Pendididkan.”
Tujuan pendidkan masalah sentral dalam pendidikan. Sebab, tanpa perumusan yang jelas tentang tujuan pendidikan, perbuatan menjadi acak-acakan, tanpa arah, bahkan bisa salah langkah. Oleh karena itu, perumusan tujuan dengan tegas dan jelas menjadi inti dari seluruh pemikiran pedagogis dan perenungan filosofi ( 1992: 204).
Dikatakan lebih lanjut bahwa tujuan pendidikan itu penting, disebabkan karena secara implicit dan eksplisit di dalamnya terkandung hal-hal yang sangat asasi, yaitu pandangan hidup dan filsafat hidup pendidikannya, lembaga penyelenggara pendidikan, dan Negara.




B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian dari pendidikan Islam?
2. apa definisi dari “Tujuan” itu?
3. Apa saja tujuan Pendidikan Islam?
4. Bagaimana formulasi tujuan pendidikan Islam?
5. Prinsip-prinsip apa saja yang terdapat dalam formulasi pendidikan Islam?

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian dari pendidikan Islam
2. Mengetahui definisi dari “Tujuan” itu
3. Mengetahui tujuan Pendidikan Islam
4. Bagaimana formulasi tujuan pendidikan Islam
5. Mengetahui Prinsip-prinsip yang terdapat dalam formulasi pendidikan Islam

D. Sistematika Penulisan
Dalam makalah ini, kami mengkaji lebih dalam akan tujuan dalam pendidikan Islam, adapun sistematika penuliasannya dapat diuraikan sebagai berikut :
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan
D. Sistematika Penulisan
BAB II TUJUAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM
A. Pengertian Pendidikan Islam
B. Definisi Tujuan
C. Tujuan Pendidikan Islam
D. Formulasi Tujuan Pendidikan IslamPrinsip-Prinsip dalam Formulasi Tujuan Pendidikan Islam
BAB III PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
























BAB II
TUJUAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM

A. Pengertian Pendidikan Islam
Istilah pendidikan dalam konteks Islam telah banyak dikenal dengan menggunakan term yang beragam, yaitu at-tarbiyah, at-ta’lim, at-ta’bid. Masing-masing istilah itu mempunyai makna dan pemahaman yang berbeda, walaupun memiliki kesamaan makna dalam beberapa hal tertentu. Pemakaian ketiga istilah istilah tersebut, terlebih lagi jika pengkajiannya didasarkan atas sumber pokok ajaran Islam ( Alquran dan Assunnah ). Selain akan memberikan pemahaman yang luas tentang pengertian pendidikan Islam, secara substansial-filosofis pun akan memberikan gambaran mendalam tentang bagaimana sebenarnya hakikat dari Pendidikan Islam.
Pendidikan dapat diartikan secara sempit dan dapat pula diartikan secara luas.
Secara sempit dapat di artikan, “ bimbingan yang diberikan kepada anak-anak sampai ia dewasa.” Sedangkan pendidikan dalam arti luas adalah segala sesuatu yang menyangkut proses perkembangan dan pengembangan manusia, yaitu upaya menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai bagi anak didik, sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan itu menjadi bagian dari kepribadian anak yang pada pada gilirannya menjadi orang pandai, baik, mampu hidup dan berguna bagi masyarakat. ( Ali, M Natsir. 1997:23).
Syeh Naquib At attas (1984:60) dalam hal ini menyatakan, bahwa pendidikan berasal dari kata ta’dib. Memang terdapat kata lain yang berkaitan dengan pendidikan selain ta’dib, yakni tarbiyah. Akan tetapi tarbiyah lebih menekankan pada mengasuh, menanggung, memberi makan, memelihara, dan menjadikan bertambah dalam pertumbuhan.
Selain itu Naqib (1997:59) dalam hal ini menyatakan bahwa penekanan pada adab yang mencakup dalam amal pendidikan dan proses pendidikan adalah untuk menjamin bahwa ilmu dipergunakan secara baik dalam masyarakat. Karena alasan inilah maka orang-orang bijak terdahulu mengkombinasi ilmu dengan amal dan adb menganggap kombinasi harmonis ketiganya sebagai pendidikan.
Pendidikan memang bukan sekedar mentransfer ilmu pengetahuan, pendidikan mental, jasmani, dan intelek semata. Akan tetapi bagaimana pengetahuan, penbinaan mental, jasmani, dan intelek semata. Akan tetapi, bagaimana pengetahuan dan pengalaman yang telah didapatkan dipraktekan dalam perilaku sehari-hari.
Ahmad Tafsir (1995:6) ) memaknai pendidikan Islam sebagai bimbingan yang diberikan seseorang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam. Sedangkan Ahmad D. Marimba ( 2005: 9 ) mengartikan bahwa pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan ruhani berdasarkan hokum-hukum agama Islam menuju terbentuknya kepribadian utama menurut ketentuan-ketentuan Islam. Yang dimaksud dengan kepribadian utama adalah kepribadian muslim, yaitu kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Omar Muhammad Al-Toumy Al-Syaibany (1979 : 403) mengartikan pendidikan Islam sebagai perubahan yang diinginkan dan diusahakan oleh proses pendidikan, baik pada tataran kehidupan sosial, serta pada tataran rekasi dengan alam sekitar atau pengajaran sebagai aktivitas asasi dan sebagai proporsi di anatara profesi-profesi dalam masyarakat. Pendidikan Islam memfokuskan perubahan tingkah laku manusia yang konotasinya pada pendidikan etika. Disamping itu, pendidikan Islam juga menekankan aspek produktifitas dan kreatifitas manusia sehingga mereka bisa berperan serta berprfesi dalam kehidupan masyarakat.
Dari beberapa batasan dan pengertian pendidikan Islam di atas, secara implicit dapat dipahami bahwa pendidikan Islam adalah aktivitas bimbingan yang disengaja untuk mencapai kepribadian muslim, baik yang berkenaan dengan dimensi jasmani, ruhani, akal, maupun moral.

B. Definisi Tujuan
Istilah “Tujuan” atau “Sasaran” atau “Maksud” dalam bahasa Arab dinyatakan dengan ghayat atau ahdaf atau maqasid. Sedangkan dalam bahasa Inggris, istilah “Tujuan” dinyatakan dengan goal, purpose, objective atau aim secara umum. Istilah-istilah itu mengandung pengertian yang sama, yaitu arah suatu perbuatan atau yang hendak dicapai melalui upaya aktivitas.
Tujuan menurut Zakiah Darajat (2006:133) , adalah sesuatu yang diharapkan tercapai setelah suatu usaha atau kegiatan selesai. Sedangkan menurut H.M. Arifin (1991:222) tujuan itu bisa jadi menunjukan kepada futuritas atau masa depan yang terletak suatu jarak tertentu yang tidak dapat dicapai kecuali dengan usaha melalui proses tertentu. Meskipun banyak pendapat tentang pengertian tujuan, akan tetapi pengertian itu pada umumnya berpusat pada usaha atau perbuatan yang dilaksanakan untuk suatu maksud tertentu.
Menurut Abdurrahman An-Nahlawi (1963:67) dalam bukunya yang berjudul Prinsip-Prinsip dan Metode Pendidikan Islam menyebutkan bahwa tujuan mengarahkan aktivitas, mendorong untuk bekerja dan membantu mencapai keberhasilan. Selain itu, menentukan tujuan mempunyai kepentingan yang membuat tujuan itu menjadi kebutuhan mutlak bagi setiap macam tingkah laku yang sadar.

C. Tujuan Pendidikan Islam
Dikatakan oleh Dr. Zakiah Darajat (1997:41) bahwa tujuan pendidikan Islam secara keseluruhan yaitu berkepribadian seseorang yang membuatnya menjadi Insan Kamil dengan pola taqwa. Insan Kamil artinya manusia utuh rohani dan jasmani, dapat hidup dan berkembang secara wajar dan normal karena takwanya kepada Allah SWT. Ini mengandung arti bahwa pendidikan Islam diharapkan mengahsilkan manusia yang berguna bagi dirinya dan masyarakatnya serta senang dan gemar mengamalkan dan mengembangkan ajaran Islam dalam berhubungan dengan Allah dan dengan sesamanya dapat mengambil manfaat yang semakin meningkat dari alam semesta ini untuk kepentingan hidup di dunia kini dan akhirat nanti.
Ada beberapa tujuan pendidikan yang perlu kita ketahui, yaitu sebagai berikut :
1. Tujuan Umum
Tujuan umum adalah tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan, baik dengan pengajaran atau dengan cara lain. Tujuan ini meliputi seluruh aspek kemanusiaan yang meliputi sikap, tingkah laku, penampilan, kebiasaan, dan pandangan. Tujuan umum ini berbeda pada setiap tingkat umur, kecerdasan, situasi dan kondisi dengan kerangka yang sama. Bentuk insan kamil dengan pola takwa harus dapat tergambar pada pribadi seseorang yang sudah dididik walaupun dalam ukuran yang kecil dan mutu yang rendah sesuai dengan tingka-tingkat tersebut.
Cara atau alat yang paling efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikan ialah pengajaran. Karena itu, pengajaran sering diidentikkan dengan pendidikan, meskipun istilah ini sebetulnya tidak sama.
Tujuan umum pendidikan Islam harus dikaitkan pula dengan tujuan pendidikan nasional Negara tempat pendidikan Islam itu dilaksanakan dan harus dikaitkan pula dengan tujuan institusional lembaga yang menyelenggarakan pendidikan itu. Tujuan umum itu tidak dapat dicapai kecuali setelah melalui proses pengajaran, pengalaman, pembiasaan, penghayatan, dan keyakinan akan kebenarannya. Tahapan-tahapan dalam mencapai tujuan itu pada pendidikan formal (sekolah/madrasah) dirumuskan dalam bentuk tujuan kurikulum yang selanjutnya dikembangkan dalam tujuan instruksional.
Berbeda dengan tujuan tertinggi yang lebih mengutamakan pendekatan filosofis, tujuan umum lebih bersifat empiris dan realistik. Tujuan umum berfungsi sebagai arah yang taraf pencapaiannya dapat diukur karena menyangkut perubahan sikap, perilaku, dan kepribadian peserta didik. Dikatakan umum karena berlaku pada siapa saja tanpa dibatasi ruang dan waktu, dan menyangkut diri peserta didik secara total.
Pendidikan adalah upaya pengembangan potensi atau sumebr daya insan Berarti telah mampu merealisasikan ( self realisation), menampilkan diri sebagai pribadi yang utuh (pribadi muslim). Proses pencapaiian realisasi diri tersebut dalam istilah spikologi disebut becoming, yakni proses menjadikan diri dengan keutuhan pribadinya. Sedangkan untuk sampai pada keutuhan pribadi dperlukan proses perkembangan tahap demi tahap yang disebut proses development .
Semebnara itu, para ahli pendidikan Islam merumuskan pula tujuan umum pendidikan Islam ini, diantaranya :
a. Al-Abrasyi (1974 : 15) misalnya, dalam kajiannya tentang pendidikan Islam telah menyimpulkan lima tujuan umum bagi pendidikan Islam, yaitu:
1) Untuk mengadakan pembentukan akhlak yang mulia. Kaum muslimin dari dahulu kala sampai sekarang setuju bahwa pendidikan Islam, dan bahwa mencapai akhlak yang sempurna adalah tujuan pendidikan yang sempurna.
2) Persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat.
3) Persiapan untuk mencapai rezeki dan pemilihan segi mamfaat atau yang lebih terkenal saat ini dengan nama tujuan-tujuan vokasional dan professional.
4) Menumbuhkan semangat ilmyah pada pelajar dan memuaskan keingin tahuan (curiocity) dan memungkinkan ia mengkaji ilmu demi ilmu itu sendiri.
5) Menyiapan pelajar dari segi professional, teknikan dan pertukangan supaya dapat menguasai profesi tertentu, dan keterampilan pekerjaaan tertentu agar ia dapat mencari rizqi dalam hidup di samping memelihara segi kerohanian dan keagamaan.
b. Menurut Abdul Fattah Jalal (1988:119) tujuan umum pendidikan Islam adalah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Ia mengatakan bahwa tujuan ini akan mewujudkan tujuan-tujuan khusus. Dengan mengutip surat At-Takwir ayat 27, Jalal menyatakan bahwa tujuan itu adalah untuk semua manusia. Jadi, menurut Islam pendidikan harus menjadikan manusia menjadi manusia yang menghambakan diri kepada Allah SWT.

2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus adalah pengkhususan atau operasional tujuan tertinggi/terakhir dan tujuan umum (pendidikan Islam). Tujuan khusus bersifat relative sehingga dimungkinkan untuk diadakan perubahan dimana perlu sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan, selama tetap berpijak pada kerangka tujuan tertinggi/terakhir dan umum itu. Pengkhususan tujuan tersebut dapat didasarkan pada :
a. Kultur dan cita-cita suatu bangsa
b. Minat, bakat, dan kesanggupan subyek didik
c. Tuntutan situasi, kondisi pada waktu tertentu
Hasan Langulung (1989:64) mencoba merumuskan tujuan khusus yang mungkin dimasukkan di bawah menumbuhkan semangat agama dan akhlak adalah antara lain sebagai berikut :
1) Memperkenalkan kepada generasi muda akan akidah Islam, dasar-dasarnya, asal-usul ibadat dan cara-cara melaksanakannya dengan betul dan membaiasakan mereka berhati-hati memasuki akidah-akidah agama serta menjalankan dan menghormati syiar-syiar agama;
2) Menumbuhkan kesadaran yang betul pada diri pelajar terhadap agama termasuk prinsip-prisnp dan dasar-dasar akhlak mulia;
3) Menanamkan keimanan kepada Allah pencipta alam, kepada malaikat, rasul-rasul, kitab-kitab dan hari kiamat berdasarkan pada paham kesadaran dan perasaan;
4) Menumbuhkan minat generasi muda untuk menambahkan pengetahuan keagamaan dan untuk mengikuti hukum-hukum agama dengan penciptaan dan kerelaan;
5) Menanamkan rasa cinta dan penghargaan kepada Alquran, membcanhya dengan baik, memahaminya, dan mengamalkan ajaran-ajarannya;
6) Menumbuhkan rasa bangga tehrhadap sejarah dan kebudayaan Islam dan pahlawan-pahlawannya sefrta mengikuti jejak mereka;
7) Menumbuhkan rasa rela, optimis, percaya diri, tanggung jawab, menghargai kewajiban, tolong-menolong atas kebaikan dan takwa, kasih saying, cinta kebaikan, sabara berjuang untuk kebaikan, memegang teguh pada prinsip, berkorban untuk agama dan tanah air, dan bersiap untuk membelanya;
8) Mendidik naluri, motivasi keinginan generasi muda, dan menguatkannya dengan akidah dan nilai-nilai, dan membiasakan mereka menahan motivasinya, mengatur emosi dan bimbingannya dengan baik, begitu juga mengajar mereka baik di rumah, di sekolah, atau dimana saja.
Ali Ashraf menawarkan tujuan pendidikan Islam dengan terwujudnya penyerahan mutlak kepada Allah SWT, pada tingkat individu, masyarakat, dan kemanusiaan pada umumnya. Tujuan umum itu merupakan kristalisasi dari tujuan khusus pendidikan Islam. Adapun tujuan khusus pendidikan Islam menurut Ali Ashraf
a. Mengembangkan wawasan spiritual yang semakin mendalam serta mengembangkan pemahaman rasional mengenai Islam dalam konteks kehidupan modern;
b. Membekali anak muda dengan berbagai pengetahuan dan kebajikan, baik pengetahuan praktis, kekuasaan, kesejahteraan, lingkungan social, dan pembangunan nasional;
c. Mengembangkan kemampuan pada diri peserta didik untuk menghargai dan membenarkan superioritas komperatif kebudayaan dan peradaban islami di atas semua kebudayaan lain;
d. Memperbaiki dorongan emosi melalui pengalaman imajinatif, sehingga kemampuan kreatif dapat berkembang dan berfungsi mengetahui norma-norma Islam yang benar dan yang salah;

3. Tujuan Akhir
Pendidikan Islam itu berlangsung selama hidup, maka tujuan akhirnya terdapat pada waktu hidup di dunia ini telah berakhir. Tujuan umum yang berbentuk insan kamil dengan pola takwa dapat mengalami perubahan naik turun, bertambah dan berkurang dalam perjalanan hidup seseorang. Perasaan, lingkungan, dan pengalaman, dapat mempengaruhinya. Karena itulah, pendidikan Islam mengembangkan, memelihara, dan mempertahankan tujuan pendidikan yang telah dicapai. Orang yang sudah takwa dalam bentuk insan kami masih perlu mendapatkan pendidikan dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan, sekurang-kurangnya pemeliharaan supaya tidak luntur dan berkurang, meskipun pendidikan oleh diri sendiri dan bukan dalam pendidikan formal.
Menurut Abu Ahmadi tujuan ini bersifat mutlak, tidak mengalami perubahan dan berlaku umum, karena sesuai dengan konsep ketuhanan yang mengandung kebenaran mutlak dan universal. Tujuan tertinggi tersebut dirumuskan dalam suatu istilah yang disebut insan kamil (manusiap paripurna).
Dalam tujuan pendidikan Islam, tujuan tertinggi/terakhir ini pada akhirnya sesuai dengan tujuan hidup manusia, dan peranannya sebagai mahluk ciptaan Allah. Dengan demikian, indikator dari insan kamil menurut Abu Ahmadi (1992:45-46) sebagaimana yang dikutip oleh Ramayulis dan Syamsul Nizar dalam bukunya Filsafat Pendidikan Islam adalah sebagai berikut:
a. Menjadi hamba Allah
Tujuan ini sejalan dengan tujuan hidup dan penciptaan manusia, yaitu semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Dalam hal ini pendidikan harus memungkinkan manusia memahami dan menghayati tentang tuhannya sedemikian rupa, semua peribadatannya dilakukan dengan penuh penghayatan dan kehusuan terhadap-Nya melalui seremoni ibadah dan tunduk senantiasa pada syari’at dan petunjuk Allah. Tujuan hidup yang di jadikan tujuan pendidikan itu di ambilkan dari Alquran firman Allah Wst:



“Dan Aku (Allah) tidak menjadikan jin dan manusia melainkan untuk menyembah-Ku.” (Q.S Adz-dzariyat:56)

b. Menjadi Khalifah di bumi
Mengantarkan subjek didik menjadi khalifah Allah fi Al-Ardh, yang mampu memakmurkan bumi dan melestarikannya dan lebih jauh lagi, mewujudkan rahmat bagi alam sekitarnya, sesuai dengan tujuan penciptaannya, dan sebagai konsekuensi setelah menerima Islam sebagai pedoman hidup. Firman Allah Swt:



“ingatlah ketika Tuhan berfirman kepada para malaikat : sesungguhnya Aku hendak menjadikan seseorang khalifah di muka bumi.”





“Dia lah yang menjadikan kamu khalifah di muka bumi dan meninggalkan beberapa di antara kalian atas sebagian yang lain beberapa derajat……….”
(Q.S Al-An’am : 165)
c. Untuk memperoleh kesejahteraan kebahagiaan hidup di dunia sampai akhirat, baik individu maupun masyarakat.
Firman Allah SWT dalam surat Al-Qashash :77



“dan carilah apa yang di anugrahkan Allah kepada mu (kebahagiaan) kampong akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaan dari (kenikmatan) duniawi.”

D. Formulasi Tujuan Pendidikan Islam
Abd Al-Rahman Shaleh Abd Allah dalam bukunya Educational Theory, a Quranic Outlook menyatakan tujuan pendidikan Islam dapat diklasifikasikan menjadi empat dimensi, yaitu:
a. Tujuan pendidikan jasmani (al-ahdaf al-jismiyah)
Mempersiapkan diri manusia sebagai pengemban tugas kekhalifahan di bumi, melalui keterampilan fisik
b. Tujuan pendidikan social (al-ahdaf al-ijtimaiyah)
Tujuan pendidikan social adalah pembentukan kepribadian yang utuh yang menjadi bagian dari komunitas sosial. Identitas individu di sini tercermin sebagai “al-nas” yang hidup pada masyarakat plural (majemuk)
c. Tujuan pendidikan rohani (al-ahdaf al- ruhaniyah)
Meningkatkan jiwa dari kesetiaan yang hanya kepada Allah SWT semata dan melaksanakan moralitas islami yang diteladani oleh Nabi SAW dengan berdasarkan pada cita-cita ideal dalam Alquran.
d. Tujuan pendidikan akal (al-ahdaf al-aqliyah)
Pengarahan intelegensi untuk menemukan kebenaran dan sebab-sebabnya dengan telaah tanda-tanmda kekuasaan Allah dan menemukan pesan-pesan ayat-Nya berimplikasi pada peningkatan keimanan kepada Sang Pencipta.

E. Prinsip-Prinsip Dalam Formulasi Tujuan Pendidikan Islam
1. Prinsip Universal (syumuliyyah)
Yakni prinsip yang memandang keseluruhan aspek agama (akidah, ibadah, dan akhlak, serta muamalah), manusia (jasmani, rohani, dan nafsani), masyarakat dan tatanan kehidupannya, serta adanya wujud jagat raya dan hidup.
2. Prinsip keseimbangan dan kesederhanaan (tawazun qa iqtishadiyah).
Prinsip ini adalah keseimbangan antara berbagai aspek kehidupan pada pribadi, berbagai kebutuhan individu dan komunitas, serta tuntunan pemeliharaan kebudayaan silam dengan kebutuhan kebudayaan masa kini serta berusaha mengatasi masalah-masalah yang sedang dan akan terjadi.
3. Prinsip kejelasan (tabayun)
Yakni prinsip yang didalamnya terdapat ajaran dan hukum yang memberi kejelasan terhadap kejiwaan manusia (qolb, akal, dan hawa nafsu) dan hukum masalah yang dihadapi sehingga terwujud tujuan, kurikulum, dan metode pendidikan.
4. Prinsip tak bertentangan.
Prinsip yang di dalamnya terdapat ketiadaan pertentangan antara berbagai unsure dan cara pelaksanaannya, sehingga antara satu komponen dengan komponen yang lainnya saling mendukung.
5. Prinsip realisme dan dapat dilaksanakan
Prinsip yang menyatakan tidak adanya khayalan dalam kandungan program pendidikan, tidak berlebih-lebihan, serta adanya kaidah yang praktis dan realistis yang sesuai dengan fitrah dan kondisi sosioekonomi, sosiopolitik, dan sosiokultural yang ada.
6. Prinsip perubahan yang diingini
Prinsip perubahan struktur diri manusia yang meliputi jasmaniah, rohaniah, dan nafsaniah.
7. Prinsip menjaga perbedaan-perbedaan individu.
Prinsip yang memperhatikan perbedaan peserta didik, baik ciri-ciri, kebutuhan, kecerdasan, kebolehan., minat, sikap, tahap pematangan jasmani, akal, emosi, social, dan segala aspeknya
8. Prinsip dinamis dalam menerima perubahan dan perkembangan yang terjadi pelaku pendidikan serta lingkungan di mana pendidikan itu dilaksanakan.











BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Pendidikan Islam adalah aktivitas bimbingan yang disengaja untuk mencapai kepribadian muslim, baik yang berkenaan dengan dimensi jasmani, rohani, akal, maupun moral. Pendidikan Islam adalah proses bimbingan secara sadar seorang pendidik sehingga aspek jasmani, rohani, dan akal anak didik tumbuh dan berkembang menuju terbentuknya pribadi, keluarga, dan masyarakat yang islami.
Tujuan menurut Zakiah Darajat (2006:133) , adalah sesuatu yang diharapkan tercapai setelah suatu usaha atau kegiatan selesai. Sedangkan menurut H.M. Arifin (1991:222) tujuan itu bisa jadi menunjukan kepada futuritas atau masa depan yang terletak suatu jarak tertentu yang tidak dapat dicapai kecuali dengan usaha melalui proses tertentu. Meskipun banyak pendapat tentang pengertian tujuan, akan tetapi pengertian itu pada umumnya berpusat pada usaha atau perbuatan yang dilaksanakan untuk suatu maksud tertentu.
Tujuan dalam pendidikan Islam dapat dibagi menjadi beberapa tujuan, yaitu tujuan umum, tujuan khusus, dan tujuan akhir.
Dalam membahas formulasi tujuan pendidikan Islam, sekurang-kurangnya tujuan pendidikan Islam meliputi tujuan pendidikan jasmani, rohani, akal, dan pendidikan sosial.Adapun prinsip-prinsip yang diterapkan dalam formulasi tujuan pendidikan Islam diantaranya, Prinsip Universal (syumuliyyah);Prinsip keseimbangan dan kesederhanaan (tawazun qa iqtishadiyah);Prinsip kejelasan (tabayun);Prinsip tak bertentangan dan; Prinsip realisme dan dapat dilaksanakan.




B. Saran
Pendidikan Islam terhadap pendidikan sangatlah besar. Dalam Alquran banyak ayat-ayat yang menerangkan masalah pendidikan. Pendidikan Islam memiliki sesuatu yang berbeda dengan pendidikan lainnya. Pendidikan Islam didasari pada sifat Rabbani (ketuhanan).
Pendidikan Islam yang di ajarkan dalam Alquran ternyata tidak mampu mengetuk hati manusia untuk mengembangkan pendidikan sesuai dengan ajaran Alquran. Pendidikan Islam menjadi pilihan yang kesekian untuk masyarakat dalam memilih lembaga pendidikan. Masyarakat pada umumnya lebih percaya kepada pendidikan umum yang sebenarnya sudah di programkan oleh bangsa yahudi untuk melemahkan pendidikan Islam.
Hal ini menjadi tugas bagi kita sebagai umat Islam untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan berorientasi Alquran.
Untuk pencapaian tujuan pendidikan yang sesuai dengan ajaran Islam, maka diperlukan kerja sama yang baik antara pendidik, peserta didik, dan lingkungan. Jika salah satu komponen-komponen pendidikan tidak mendudkung atau tidak sejalan tujuan pendidikan yang diharapkan tidak akan tercapai. Kita sebagai calon pendidik harus berusaha semaksimal mungkin, untuk lebih memajukan dunia pendidikan.
Islam adalah agama rahmat bagi seluruh alam. Alquran sebagai pedoman hidup bagi manusia, sebagai peta untuk menuju kea rah kebaikan. Ingin sukaes dunia akhirat, baca Alquran, pelajari, dan amalkan. Wallahu a’lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar